Menulis puisi (1)
-3 bulan pertama
Disini kalian akan punya kendala, salah satunya WRITER BLOCK. Disini kalian harus banyak baca buku-buku puisi dan mulai
menafsirkan, memahami, meniru (Tentu buku puisinya harus yang berbobot). Saya beri
contohnya:
1.
Melihat Api Bekerja – M. Aan Mansyur
2.
Sebuah Cerita Dari Negeri Angin – Agus R.
Sarjono
3.
Seni Menulis Puisi – Hasta Indriyana
4.
Partitur Hujan – Faisal Syahreza
5.
Buku-buku Joko Pinurbo
6.
Buku-buku Sapardi Djoko Darmono
Di 3 bulan pertama ini, kalian akan merasa aneh dengan puisi
yang anda buat. Tapi jangan khawatir! Tetaplah menulis. Dan usahakan menulis 1
puisi satu hari. Sehingga saat hendak lanjut level belajar puisi, kita sudah
punya sekitar 90 puisi. Kalian bisa membuat puisi dengan beragam tema, (petani,
nelayan, politik, senang, sedih, ibu, cinta, keluarga, sapu, celana, pintu,
bahkan semua hal yang anda pikir biasa itu sebenarnya bisa ditulis dan beberapa
puisi yang seringkali direndahkan, co/ tukang gerobak, gorengan).
-3 bulan kedua
Kalian mulai terbiasa. Lanjut membaca buku puisi yang sukar
dipahami maknanya. Contohnya: W. S. Rendra, Chairul Anwar, Acep Zam-zam Noor,
D. Zawawi Imran. Di level ini cobalah kalian mengikuti berbagai perlombaan,
banyak di internet kalian cari sendiri. Dan jangan merasa takut kalah, ohiya
cari lomba yang gratis ya, jadi kalau kalah ga rugi wkwkwk.
-3 bulan ketiga
Mulai menulis antologi puisi. Anda sudah punya 180 puisi.
Edit beberapa sajak yang sekiranya jelek (jangan menyunting sajak yang sudah
bagus). Jangan takut untuk menerbitkannya, masalah rugi belakangan.
Next blog saya akan menulis tentang gaya bahasa puisi apa
saja.www.puisidanjiwa.com