Sabtu, 24 Desember 2016

Cara Menulis Puisi (1)

Menulis puisi (1)
Saya akan menjelaskan bagaimana cara menulis puisi yang baik. Disini saya punya program menulis puisi bisa dalam 9 bulan (sebuah hasil yang maksimal butuh waktu yang lama) 

-3 bulan pertama
Disini kalian akan punya kendala, salah satunya WRITER BLOCK. Disini kalian harus banyak baca buku-buku puisi dan mulai menafsirkan, memahami, meniru (Tentu buku puisinya harus yang berbobot). Saya beri contohnya:
1.       Melihat Api Bekerja – M. Aan Mansyur
2.       Sebuah Cerita Dari Negeri Angin – Agus R. Sarjono
3.       Seni Menulis Puisi – Hasta Indriyana
4.       Partitur Hujan – Faisal Syahreza
5.       Buku-buku Joko Pinurbo
6.       Buku-buku Sapardi Djoko Darmono
Di 3 bulan pertama ini, kalian akan merasa aneh dengan puisi yang anda buat. Tapi jangan khawatir! Tetaplah menulis. Dan usahakan menulis 1 puisi satu hari. Sehingga saat hendak lanjut level belajar puisi, kita sudah punya sekitar 90 puisi. Kalian bisa membuat puisi dengan beragam tema, (petani, nelayan, politik, senang, sedih, ibu, cinta, keluarga, sapu, celana, pintu, bahkan semua hal yang anda pikir biasa itu sebenarnya bisa ditulis dan beberapa puisi yang seringkali direndahkan, co/ tukang gerobak, gorengan).

-3 bulan kedua
Kalian mulai terbiasa. Lanjut membaca buku puisi yang sukar dipahami maknanya. Contohnya: W. S. Rendra, Chairul Anwar, Acep Zam-zam Noor, D. Zawawi Imran. Di level ini cobalah kalian mengikuti berbagai perlombaan, banyak di internet kalian cari sendiri. Dan jangan merasa takut kalah, ohiya cari lomba yang gratis ya, jadi kalau kalah ga rugi wkwkwk.

-3 bulan ketiga
Mulai menulis antologi puisi. Anda sudah punya 180 puisi. Edit beberapa sajak yang sekiranya jelek (jangan menyunting sajak yang sudah bagus). Jangan takut untuk menerbitkannya, masalah rugi belakangan.


Next blog saya akan menulis tentang gaya bahasa puisi apa saja.www.puisidanjiwa.com

Rabu, 21 Desember 2016

Buat Apa Sih Kita Menulis? Trik dan Tips Menulis

1. Dapat pahala
2. Dapat uang
3. Dikenal orang
4. Meningkatkan kreatifitas
5. Kita tidak akan dilupakan

Di antara kalian yang sering membaca buku novel atau sastra pasti pernah punya pemikiran untuk menulis dan tidak sekedar menjadi penikmat saja. Kadangkala kita bosan membaca karya orang dan mulai membuat karya kita sendiri. Atau barangkali kita butuh uang, kemudian kita mulai menulis sebuah cerita kecil-kecilan kemudian berubah jadi sebuah buku.

Sekarang pertanyaannya adalah mengapa kita harus menulis, mengapa tulisan itu harus ada, dan mengapa harus kita yang melakukannya

Tuhan menciptakan otak dengan dua bagian, kiri dan kanan. Saya yakin sebagai orang Indonesia yang rajin sekolah dari jam 7 pagi sampe maghrib (belum ditambah les sana sini dan tugas), kita mempunyai otak kiri yang baik. Sekarang kita tinggal meningkatkan daya kreativitas otak kanan. Nah bagaimana caranya?

1. Menjadi Peniru
Lho ko peniru? Ingat satu hal, bahwa karya yang baik awalnya adalah pengalaman sang penulis itu sendiri. Contohnya adalah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Yang harus kita lakukan sekarang adalah MENGEMBANGKAN PENGALAMAN ITU DAN MENAMBAHKAN SEDIKIT BUMBU. Bumbu yang saya maksud disini bukan saos atau sambal yang membuat lidah kita seperti anjing, tentubukan. Bumbu yang saya maksud adalah BAGAIMANA AGAR ORANG-ORANG MENGERTI APA YANG KITA BACA DAN BUAT MEREKA PENASARAN!

2. Jadilah Pembaca
Jika menurut kita karya kita bagus, belum tentu karya kita bagus. Jika menurut pembaca karya kita bagus, 1000% karya kita bagus. Mengapa? Tuhan menciptakan pikiran orang-orang berbeda dan beragam. Yang harus kita lakukan adalah membuat satu sungai dimana pikiran itu mengalir dengan air yang tenang, buat mereka berkumpul di suatu muara yang besar, lalu lepaskan mereka pada laut yang luas. Begini, saya sederhanakan saja. Intinya adalah, ketika kita membuat satu cerita, misal cerita itu adalah A. Pembaca 1 berpikir B dan pembaca 2 akan berpikir C. Tapi di pertengahan, anda bisa membuat mereka sama-sama berpikir D. Lalu di akhir cerita, anda harus membuat mereka berpikir E, F, G. KETIKA KITA MENULIS BEGINI, PEMBACA AKAN BERPIKIR BEGITU. DISAAT KITA MENYAMPAIKAN PESAN, KITA AKAN SAMA-SAMA BERPIKIR BEGINI. DISAAT KITA MENGAKHIRINYA, KITA AKAN SAMA-SAMA MEMBUAT KESIMPULAN KITA SENDIRI (dan tidak akan ada orang lain yang protes mengenai ini).

3. Buat Mereka Penasaran
"Dua pemuda mabuk sempoyongan di tengah gang yang gelap, lalu menemukan perempuan yang sedang berjalan sendiri"
Pembaca akan berpikir
A: Akan terjadi pemerkosaan!
B: Wanita itu akan dibunuh
C: Wanita itu berhasil lari
Buat mereka penasaran! Dengan cara, PERDETIL LATARNYA, PERDETIL KARAKTERNYA.
Kita bisa membuat cerita agar endingnya sama dengan pembaca A atau B atau C. Bahkan kita bisa membuat ending agar sama dengan pemikiran ketiganya. Bagaiamana caranya?
"Tiba-tiba pemuda itu memaksa wanita itu untuk membuka pakaiannya, dilucutinya satu per satu. Wanita itu menolak, tapi tenaganya sudah melemah. Di saat ada celah wanita itu berhasil lari, namun kemudian tersandung dan jatuh. Di saat itu pemuda lainnya menusukan sebuah pisau ke perutnya."
Itu hanya contoh. DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG MUSTAHIL.

4. Just Do It
Saya bukan promosi. Saya penyuka sendal.  Saya benci sepatu.
Ketika anda ingin menulis, lakukan setelah anda beres membaca ini.